Tujuan eksperimen ini adalah untuk mendapatkan koefisien gesek koin pada papan tripleks dan koin pada papan kaca. Pada eksperimen ini akan diamati fenomena gesekan antara koin dengan papan landasannya.
Bahan eksperimen:
1.Dua buah koin uang yang berbeda
2.Papan triplek
3.Kaca
Prosedur percobaan
1.Ukur sisi panjang papan tersebut (nyatakan dengan L)
2.Sebuah koin diletakkan di atas papan
3.Perlahan-lahan papan diangkat pada salah satu sisinya.
4.Catat pada ketinggian berapa koin tersebut tepat akan jatuh
5.Hitung sudut dan mu dengan mengacu kepada landasan teori.
Tuliskan hasil percobaan pada Tabel berikut:
Eksperimen 1 memiliki beberapa fenomena mekanika:
1.Benda yang dipengaruhi percepatan gravitasi cenderung bergerak ke tempat yang lebih rendah
2.Terdapat gesekan antara koin dengan papan yang mampu menahannya pada posisi semula sampai ketinggian tertentu.
Showing posts with label Eksperimen. Show all posts
Showing posts with label Eksperimen. Show all posts
Tuesday, June 07, 2011
Wednesday, May 18, 2011
Eksperimen itu asyik
Anda tentu tahu siapa itu Thomas Alva Edison, ya Edison si penemu bola lampu. Ada kisah menarik dari Pak Edison ini. Konon pak Edison berhasil membuat bola lampu yang menyala setelah 10.000 kali percobaan. Ketika di tanya bagaimana rasanya melakukan 10.000 percobaan yang gagal? Dia menjawab bahwa saya tidak gagal, saya bahkan telah menemukan 10.000 cara untuk membuat lampu yang tidak menyala!
Hikmah kisah pak Edison ini ada dua: (1) Kegigihan seorang penemu yang meyakini atas apa yang sedang dilakukannya. (2) Eksperimen tetap harus dilakukan walaupun berdasarkan teori hasilnya sudah dapat diprediksi.
Eksperimen itu penting karena hampir semua sensor syaraf menerima input atau sensasi. Berdasarkan teori para peneliti kerja otak, jika otak menerima satu informasi dari berbagai syaraf maka kemungkinan besar informasi itu akan tertanam lebih lama dalam memori. Dengan eksperimen hampir semua sensor syaraf menerima informasi.
Sebagai contoh: di bagian eksperimen ada eksperimen tentang benda jatuh. Sensasi yang dirasakan syaraf adalah sebagai berikut:
(1) Bagi orang yang menjatuhkan benda: tangan memegang benda, hidung mencium bau benda itu, sensasi yang dirasakan adalah benda terasa beratnya, kepadatannya, kekasarannya; sensasi ketinggian terasa saat ada di puncak bangunan; mata mengamati bagaimana benda jatuh; telinga mendengarkan bunyi tumbukan benda saat menyentuh lantai
(2) Bagi orang yang mencatat waktu benda jatuh: mata mengawasi benda tersebut, tangan siap-siap menekan stopwatch, telinga mendengarkan saat benda bertumbukan
Dengan eksperimen, kita dituntut juga untuk belajar memprediksi atau bahasa kerennya hipotesis. Sebagai contoh, jika batu dan sehelai bulu dijatuhkan, mana yang lebih dulu sampai ke tanah? Prediksi kita adalah lebih dulu batu yang sampai ke tanah. Apakah kecepatan jatuh benda tetap sepanjang perjalannya? Prediksinya akan makin cepat karena pengaruh percepatan gravitasi.
Hikmah kisah pak Edison ini ada dua: (1) Kegigihan seorang penemu yang meyakini atas apa yang sedang dilakukannya. (2) Eksperimen tetap harus dilakukan walaupun berdasarkan teori hasilnya sudah dapat diprediksi.
Eksperimen itu penting karena hampir semua sensor syaraf menerima input atau sensasi. Berdasarkan teori para peneliti kerja otak, jika otak menerima satu informasi dari berbagai syaraf maka kemungkinan besar informasi itu akan tertanam lebih lama dalam memori. Dengan eksperimen hampir semua sensor syaraf menerima informasi.
Sebagai contoh: di bagian eksperimen ada eksperimen tentang benda jatuh. Sensasi yang dirasakan syaraf adalah sebagai berikut:
(1) Bagi orang yang menjatuhkan benda: tangan memegang benda, hidung mencium bau benda itu, sensasi yang dirasakan adalah benda terasa beratnya, kepadatannya, kekasarannya; sensasi ketinggian terasa saat ada di puncak bangunan; mata mengamati bagaimana benda jatuh; telinga mendengarkan bunyi tumbukan benda saat menyentuh lantai
(2) Bagi orang yang mencatat waktu benda jatuh: mata mengawasi benda tersebut, tangan siap-siap menekan stopwatch, telinga mendengarkan saat benda bertumbukan
Dengan eksperimen, kita dituntut juga untuk belajar memprediksi atau bahasa kerennya hipotesis. Sebagai contoh, jika batu dan sehelai bulu dijatuhkan, mana yang lebih dulu sampai ke tanah? Prediksi kita adalah lebih dulu batu yang sampai ke tanah. Apakah kecepatan jatuh benda tetap sepanjang perjalannya? Prediksinya akan makin cepat karena pengaruh percepatan gravitasi.
Friday, May 13, 2011
Memahami konsep sudut dengan menggunakan jam dinding
Jam dinding ada di mana-mana. Ambil sebuah jam dinding, kita akan bermain-main (tentunya sambil belajar) dengan jam dinding tersebut. Saya punya satu dan saya tampilkan di bawah ini
Perhatikan, ada 3 jarum: jarum jam (hitam-pendek), menit (hitam-panjang) dan detik (merah). Dari posisi jarum-jarum tersebut jam saat itu adalah jam 2 kurang 10 menit.
Definisi sudut: besaran dari dua garis yang bertemu di suatu titik. Dalam hal ini titik adalah (tentu saja) titik pusat lingkaran. Dua buah garis bisa antara jarum jam dengan jarum menit, antara jarum jam dengan jarum detik, atau antara jarum menit dan jarum detik.
Ingat satu putaran penuh adalah 360 derajat atau 2pi. Biasanya sudut yang diambil adalah sudut terkecil (karena ada dua kemungkinan sudut kan?)
Pertanyaannya:
1. Berapa sudut antara jarum jam dan jarum menit?
2. Berapa sudut antara jarum menit dan jarum detik?
3. Berapa sudut yang ditempuh jarum detik dari angka 1 ke angka 4?
Silahkan buat pertanyaan selanjutnya.
Perhatikan, ada 3 jarum: jarum jam (hitam-pendek), menit (hitam-panjang) dan detik (merah). Dari posisi jarum-jarum tersebut jam saat itu adalah jam 2 kurang 10 menit.
Definisi sudut: besaran dari dua garis yang bertemu di suatu titik. Dalam hal ini titik adalah (tentu saja) titik pusat lingkaran. Dua buah garis bisa antara jarum jam dengan jarum menit, antara jarum jam dengan jarum detik, atau antara jarum menit dan jarum detik.
Ingat satu putaran penuh adalah 360 derajat atau 2pi. Biasanya sudut yang diambil adalah sudut terkecil (karena ada dua kemungkinan sudut kan?)
Pertanyaannya:
1. Berapa sudut antara jarum jam dan jarum menit?
2. Berapa sudut antara jarum menit dan jarum detik?
3. Berapa sudut yang ditempuh jarum detik dari angka 1 ke angka 4?
Silahkan buat pertanyaan selanjutnya.
Eksperimen Fisika: Semuanya ada di lingkungan kita
Mekanika merupakan pelajaran yang asyik. Apalagi kalau disertai dengan pengalaman: mencoba, merasakan, mengamati dan mendokumentasikannya sendiri. Itu berarti: Eksperimen, eksperimen dan eksperimen.
Wah eksperimen itu bukankah mahal?
Siapa bilang?
Lihat di sekitar kita. Coba kita lihat kendaraan yang paling murah meriah: sepeda.
Dengan sepeda saja saya sudah mencoba menjelaskan beberapa konsep fisika dan mekanika. Tidak percaya akan saya ceritakan pada topik2 eksperimen berikutnya. Jadi tetaplah di blog ini
Wah eksperimen itu bukankah mahal?
Siapa bilang?
Lihat di sekitar kita. Coba kita lihat kendaraan yang paling murah meriah: sepeda.
Dengan sepeda saja saya sudah mencoba menjelaskan beberapa konsep fisika dan mekanika. Tidak percaya akan saya ceritakan pada topik2 eksperimen berikutnya. Jadi tetaplah di blog ini
Subscribe to:
Posts (Atom)


