Kerja (W) didefinisikan sebagai gaya kali jarak atau gaya kali lintasan. Suatu benda, misalnya buku, jika diberi gaya (F) maka posisinya akan berpindah dari A menjadi di B. Maka definisi kerja adalah tergantung lintasannya. Jika buku pindah posisi dari A ke B melewati lintasan lurus (warna biru), maka kerja yang dilakukan adalah lebih kecil dibanding jika melewati lintasan berbentuk setengah lingkaran (warna coklat).
Logis bukan?
Sunday, June 12, 2011
Tuesday, June 07, 2011
Eksperimen 1: Penentuan koefisien gesek
Tujuan eksperimen ini adalah untuk mendapatkan koefisien gesek koin pada papan tripleks dan koin pada papan kaca. Pada eksperimen ini akan diamati fenomena gesekan antara koin dengan papan landasannya.
Bahan eksperimen:
1.Dua buah koin uang yang berbeda
2.Papan triplek
3.Kaca
Prosedur percobaan
1.Ukur sisi panjang papan tersebut (nyatakan dengan L)
2.Sebuah koin diletakkan di atas papan
3.Perlahan-lahan papan diangkat pada salah satu sisinya.
4.Catat pada ketinggian berapa koin tersebut tepat akan jatuh
5.Hitung sudut dan mu dengan mengacu kepada landasan teori.
Tuliskan hasil percobaan pada Tabel berikut:
Eksperimen 1 memiliki beberapa fenomena mekanika:
1.Benda yang dipengaruhi percepatan gravitasi cenderung bergerak ke tempat yang lebih rendah
2.Terdapat gesekan antara koin dengan papan yang mampu menahannya pada posisi semula sampai ketinggian tertentu.
Bahan eksperimen:
1.Dua buah koin uang yang berbeda
2.Papan triplek
3.Kaca
Prosedur percobaan
1.Ukur sisi panjang papan tersebut (nyatakan dengan L)
2.Sebuah koin diletakkan di atas papan
3.Perlahan-lahan papan diangkat pada salah satu sisinya.
4.Catat pada ketinggian berapa koin tersebut tepat akan jatuh
5.Hitung sudut dan mu dengan mengacu kepada landasan teori.
Tuliskan hasil percobaan pada Tabel berikut:
Eksperimen 1 memiliki beberapa fenomena mekanika:
1.Benda yang dipengaruhi percepatan gravitasi cenderung bergerak ke tempat yang lebih rendah
2.Terdapat gesekan antara koin dengan papan yang mampu menahannya pada posisi semula sampai ketinggian tertentu.
Thursday, June 02, 2011
Tebak arah kecepatan
Sebuah mobil sedang bergerak di sebuah belokan.
Pilih mana vektor kecepatan yang cocok untuk posisi mobil di 1 dan di 2.
Jawaban:
Posisi 1 vektornya adalah .... (Jawaban pilih dari a sampai g)
Posisi 2 vektornya adalah .... (Jawaban pilih dari a sampai g)
Pilih mana vektor kecepatan yang cocok untuk posisi mobil di 1 dan di 2.
Jawaban:
Posisi 1 vektornya adalah .... (Jawaban pilih dari a sampai g)
Posisi 2 vektornya adalah .... (Jawaban pilih dari a sampai g)
Memahami kurva posisi
Tinjau suatu sedan yang bergerak. Setiap 10 detik, posisinya dicatat dan ditandai dengan huruf A sampai F seperti diperlihatkan dalam Gambar berikut. Penentuan posisi Nol sebagai titik referensi adalah bebas, sama seperti Jalan Tol memiliki kilometer nol. Sebelah kanan titik Nol adalah posisi Positif, sebelah kiri posisi Nol adalah posisi Negatif.
Jika kita buat sistem koordinat Kartesian dengan sumbu horisontalnya adalah waktu (t) dan sumbu vertikalnya adalah posisi dalam x (m) maka plot dari posisi mobil sebagai fungsi waktu diperlihatkan pada Gambar berikut:
Apakah anda sudah bisa memahami hubungan antara posisi mobil tersebut dengan kurva posisinya?
Jika kita buat sistem koordinat Kartesian dengan sumbu horisontalnya adalah waktu (t) dan sumbu vertikalnya adalah posisi dalam x (m) maka plot dari posisi mobil sebagai fungsi waktu diperlihatkan pada Gambar berikut:
Apakah anda sudah bisa memahami hubungan antara posisi mobil tersebut dengan kurva posisinya?
Wednesday, June 01, 2011
Soal konversi radian ke derajat
Diketahui sudut-sudut berikut dalam satuan radian. Isikanlah titik-titik sebelahnya dengan satuan derajat yang setara.
Berkenalan dengan Bilangan
Awalnya bilangan 1, 2, 3, ... dan seterusnya. Bilangan ini disebut bilangan asli.
Jika bilangan itu habis dibagi 2 atau kelipatan 2 maka disebut bilangan Genap.
Jadi bilangan genap itu 2, 4, 6, 8, ...
Jika tidak habis dibagi 2 maka dinamakan bilangan Ganjil.
Jadi bilangan Ganjil itu 1, 3,5,7,9, ...
Jika dilakukan operasi pengurangan misalnya 2-2=0, maka bilangan asli ditambah 0 menjadi bilangan cacah.
Jadi bilangan cacah itu 0, 1, 2, 3, ...
Jika bilangan yang lebih kecil dikurangi yang lebih besar misalnya 2-5 maka hasilnya adalah -3 maka itu adalah bilangan negatif, jika digabung dengan bilangan cacah, maka menjadi bilangan bulat.
Jadi bilangan bulat itu ..., -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, ...
Jika bilangan bulat dibagi bilangan bulat lainnya dan hasilnya tidak bulat, misalnya 3/2=1.5, ¾=0.75, maka kelompok bilangan tersebut adalah bilangan pecahan.
Jadi bilangan pecahan contohnya: ½, ¼, 2¼ , 0.75, 1.25 dst
Gabungan bilangan pecahan dan bilangan bulat disebut bilangan rasional.
Jika bilangan asli diakarkan dan hasilnya bukan bilangan rasional maka disebut bilangan irrasional. Misalnya bilangan pi=3,14159265..., e=2.71828183, akar 5 dst
Gabungan bilangan rasional dan irrasional adalah bilangan real.
Jika didalam akar terdapat bilangan bulat negatif, maka hasilnya adalah bilangan imajiner. Akar -5 = 5i.
Jadi bilangan imajiner contohnya adalah 2i, -0.5i, 100i dst
Gabungan bilangan real dan imajiner adalah bilangan kompleks.
Jika bilangan itu habis dibagi 2 atau kelipatan 2 maka disebut bilangan Genap.
Jadi bilangan genap itu 2, 4, 6, 8, ...
Jika tidak habis dibagi 2 maka dinamakan bilangan Ganjil.
Jadi bilangan Ganjil itu 1, 3,5,7,9, ...
Jika dilakukan operasi pengurangan misalnya 2-2=0, maka bilangan asli ditambah 0 menjadi bilangan cacah.
Jadi bilangan cacah itu 0, 1, 2, 3, ...
Jika bilangan yang lebih kecil dikurangi yang lebih besar misalnya 2-5 maka hasilnya adalah -3 maka itu adalah bilangan negatif, jika digabung dengan bilangan cacah, maka menjadi bilangan bulat.
Jadi bilangan bulat itu ..., -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, ...
Jika bilangan bulat dibagi bilangan bulat lainnya dan hasilnya tidak bulat, misalnya 3/2=1.5, ¾=0.75, maka kelompok bilangan tersebut adalah bilangan pecahan.
Jadi bilangan pecahan contohnya: ½, ¼, 2¼ , 0.75, 1.25 dst
Gabungan bilangan pecahan dan bilangan bulat disebut bilangan rasional.
Jika bilangan asli diakarkan dan hasilnya bukan bilangan rasional maka disebut bilangan irrasional. Misalnya bilangan pi=3,14159265..., e=2.71828183, akar 5 dst
Gabungan bilangan rasional dan irrasional adalah bilangan real.
Jika didalam akar terdapat bilangan bulat negatif, maka hasilnya adalah bilangan imajiner. Akar -5 = 5i.
Jadi bilangan imajiner contohnya adalah 2i, -0.5i, 100i dst
Gabungan bilangan real dan imajiner adalah bilangan kompleks.
Subscribe to:
Posts (Atom)






