Tinjau suatu persamaan garis lurus pada koordinat kartesian berikut.
P dan Q adalah 2 titik yang terletak pada garis tersebut. Berapa nilai y untuk titik R yang juga terletak pada garis tersebut.
Friday, May 27, 2011
Wednesday, May 25, 2011
Posisi titik pusat massa
Pertanyaan: Kenapa titik berat selau di tengah. . ?
Jawab: Untuk benda dengan massa homogen dan bentuknya berupa geometri sederhana seperti lingkaran, bujur sangkar, persegi panjang dan segi tiga, posisi titik massa memang di tengah.
Bagaimana dengan bentuk yang tidak beraturan? Dimanakah titik pusat massanya? Bagaimana cara mendapatkan posisi titik pusat massanya? Ada cara praktis untuk mendapatkan titik pusat massanya. Nantikan pembahasan selanjutnya.
Jawab: Untuk benda dengan massa homogen dan bentuknya berupa geometri sederhana seperti lingkaran, bujur sangkar, persegi panjang dan segi tiga, posisi titik massa memang di tengah.
Bagaimana dengan bentuk yang tidak beraturan? Dimanakah titik pusat massanya? Bagaimana cara mendapatkan posisi titik pusat massanya? Ada cara praktis untuk mendapatkan titik pusat massanya. Nantikan pembahasan selanjutnya.
Sunday, May 22, 2011
Berkenalan dengan konsep pesawat
Tujuan dari memahami ilmu Mekanika nantinya adalah mampu merancang sistem yang memiliki keuntungan mekanik (mechanical advantage). Besarnya tenaga atau perpindahan yang dihasilkan dari sistem itu (kita sebut tenaga output) harus lebih besar dari tenaga atau perpindahan yang diberikan kepada sistem tersebut (kita sebut tenaga intput yang pada umumnya berupa tenaga manusia).
Sistem pesawat yang paling sederhana adalah sistem tuas/pengungkit. Ciri sistem tuas/pengungkit ditandai dengan adanya sisi lengan pendek yang akan kontak dengan obyek (sisi output), dan sisi lengan panjang yang berhubungan langsung dengan tangan manusia (sisi input).
Berikut diperlihatkan empat contoh sistem yang memiliki prinsip kerja serupa dengan tuas/pengungkit: gunting kawat, palu untuk menarik paku, linggis dengan tugas yang hampir sama dengan palu dan gunting kuku.
Lihat kesamaan satu dengan yang lain yaitu adanya lengan pendek (L1) dan lengan panjang (L2).
Sistem pesawat yang paling sederhana adalah sistem tuas/pengungkit. Ciri sistem tuas/pengungkit ditandai dengan adanya sisi lengan pendek yang akan kontak dengan obyek (sisi output), dan sisi lengan panjang yang berhubungan langsung dengan tangan manusia (sisi input).
Berikut diperlihatkan empat contoh sistem yang memiliki prinsip kerja serupa dengan tuas/pengungkit: gunting kawat, palu untuk menarik paku, linggis dengan tugas yang hampir sama dengan palu dan gunting kuku.
Lihat kesamaan satu dengan yang lain yaitu adanya lengan pendek (L1) dan lengan panjang (L2).
Bagaimana cara mengetahui ketinggian suatu gedung pencakar langit?
Si Bedu ingin mengetahui tinggi suatu gedung pencakar langit. Ada saran untuk si Bedu bagaimana caranya?
Saturday, May 21, 2011
Pertarungan dua jagoan
Dua buah kendaraan berikut memiliki Power yang hampir sama, sekitar 600 HP. Pertanyaan, kalau keduanya mengikuti lomba balap mobil siapa yang menang? Apa alasannya?
Keterangan gambar:
Truk seri Titan by Mack
Sedan Ferrari Modena by Ferrari
Keterangan gambar:
Truk seri Titan by Mack
Sedan Ferrari Modena by Ferrari
Konsep faktor keamanan
Jika pada suatu jembatan tertulis Max 5 ton. Apakah artinya? Tentu saja massa maximum suatu kendaraan atau kumpulan kendaraan yang lewat di atasnya tidak boleh melebihi 5 ton.
Kalau pada satu saat suatu kendaraan berat dengan massa 5.1 Ton melewati jembatan tersebut, apa yang akan terjadi?
Maka diperkenalkanlah konsep faktor keamanan atau Safety Factor (SF).
SF didefinisikan sebagai perbandingan antara kekuatan struktur (tergantung bahan/material) dibagi dengan beban aktual. SF harus lebih dari 1.
Jadi kalau di jembatan tertulis Max 5 ton, maka sesungguhnya jembatan tersebut dapat menahan lebih dari 5 ton. Misalnya jika SF-nya 2, maka jembatan tersebut mampu menahan beban sampai 10 Ton.
Faktor keamanan dirancang untuk mengantisipasi beban yang tak terduga. Sebagai contoh: pernah lihat kan kereta api yang dijejali penumpang sampai ke atap-atapnya? Apakah atap kereta api dirancang untuk tempat penumpang? Tentu saja tidak. Tetapi mengapa kuat? Karena itu tadi ada faktor keamanan.
Kalau pada satu saat suatu kendaraan berat dengan massa 5.1 Ton melewati jembatan tersebut, apa yang akan terjadi?
Maka diperkenalkanlah konsep faktor keamanan atau Safety Factor (SF).
SF didefinisikan sebagai perbandingan antara kekuatan struktur (tergantung bahan/material) dibagi dengan beban aktual. SF harus lebih dari 1.
Jadi kalau di jembatan tertulis Max 5 ton, maka sesungguhnya jembatan tersebut dapat menahan lebih dari 5 ton. Misalnya jika SF-nya 2, maka jembatan tersebut mampu menahan beban sampai 10 Ton.
Faktor keamanan dirancang untuk mengantisipasi beban yang tak terduga. Sebagai contoh: pernah lihat kan kereta api yang dijejali penumpang sampai ke atap-atapnya? Apakah atap kereta api dirancang untuk tempat penumpang? Tentu saja tidak. Tetapi mengapa kuat? Karena itu tadi ada faktor keamanan.
Berkenalan dengan kPa
Perhatikan suatu indikator alat ukur berikut.
Di sana tercantum satuan kPa. kPa singkatan dari kiloPascal. Pascal adalah satuan Tekanan dimana 1 Pa = 1 N/m2. Kalau jarum tersebut menunjukkan angka 50 berarti artinya tekanan yang diukur besarnya 50 kPa
Di sana tercantum satuan kPa. kPa singkatan dari kiloPascal. Pascal adalah satuan Tekanan dimana 1 Pa = 1 N/m2. Kalau jarum tersebut menunjukkan angka 50 berarti artinya tekanan yang diukur besarnya 50 kPa
Subscribe to:
Posts (Atom)






